RingkasnyaIsi rincian pembayaran santri, lalu cetak dua kuitansi dalam satu lembar A4: satu untuk wali, satu untuk arsip bendahara. Total dan terbilang dihitung otomatis. Kolom yang dikosongkan menjadi garis titik untuk ditulis tangan.
Cara memakai Tautan ke bagian Cara memakai
- Isi identitas pondok. Data ini diingat di browser, jadi cukup sekali.
- Isi nomor, tanggal, nama pembayar, dan data santri.
- Tulis rincian pembayaran, misalnya syahriah, uang makan, atau kitab. Total dan terbilang muncul sendiri.
- Tekan Cetak atau simpan PDF. Di dialog cetak, pilih kertas A4, skala 100%, lalu cetak atau simpan sebagai PDF.
Isi kuitansi yang sebaiknya selalu ada Tautan ke bagian Isi kuitansi yang sebaiknya selalu ada
Kuitansi yang rapi memudahkan bendahara saat wali menanyakan pembayaran bulan lalu. Paling tidak, kuitansi memuat nomor urut, tanggal, nama pembayar, nama santri, rincian dan total, terbilang, serta tanda tangan penerima.
Nomor urut paling penting. Tanpa nomor, kuitansi ganda atau hilang sulit dilacak. Format yang sering dipakai: nomor urut, kode jenis, bulan Romawi, dan tahun, misalnya 001/KUI/XI/2026.
Untuk menyusun rekap bulanan dari kuitansi yang sudah terbit, pakai format rekap SPP santri. Prosedur pemeriksaan bukti transfer ada di SOP verifikasi pembayaran.
Bila kuitansi sudah puluhan setiap bulan Tautan ke bagian Bila kuitansi sudah puluhan setiap bulan
Menulis kuitansi satu per satu masih wajar untuk puluhan santri. Untuk ratusan santri, pekerjaan ini mulai memakan waktu bendahara. Di Pondok CMS, tagihan bulanan dibuat otomatis, setiap pembayaran menghasilkan kuitansi bernomor, dan wali bisa melihat tagihan serta riwayat bayar di portal wali.