RingkasnyaTempel daftar santri dari Excel, tambahkan foto bila ada, lalu cetak kartu santri ukuran KTP. Satu lembar A4 memuat sepuluh kartu, lengkap dengan sisi belakang yang urutannya disiapkan untuk cetak bolak-balik.
Cara memakai Tautan ke bagian Cara memakai
- Isi identitas pondok dan unggah logo bila ada.
- Salin kolom nama, NIS, tempat lahir, tanggal lahir, kelas, dan asrama dari Excel, lalu tempel di kolom data santri. Satu baris untuk satu santri.
- Pilih foto santri yang sudah dinamai sesuai NIS.
- Atur warna, masa berlaku, dan ketentuan di sisi belakang.
- Tekan Cetak atau simpan PDF. Pilih kertas A4, skala 100%, dan matikan “Sesuaikan dengan halaman” agar ukuran kartu tidak berubah.
Bila data santri masih tersebar, rapikan dulu dengan format buku induk santri. Kolomnya sudah memuat data yang dibutuhkan kartu.
Tips mencetak Tautan ke bagian Tips mencetak
- Cetak satu lembar dulu di kertas biasa, lalu ukur satu kartu dengan penggaris. Lebarnya harus 85,6 mm.
- Untuk hasil awet, cetak di kertas foto atau art carton 260 gsm, lalu laminasi. Percetakan juga bisa mencetak PDF ini di kartu PVC.
- Potong mengikuti garis putus-putus tipis di sekeliling kartu.
Kartu santri dengan QR verifikasi Tautan ke bagian Kartu santri dengan QR verifikasi
Kartu dari alat ini cocok untuk tanda pengenal. Bila pondok butuh kartu yang bisa diperiksa keasliannya, modul Dokumen dan surat di Pondok CMS menerbitkan kartu santri bernomor otomatis dengan QR verifikasi. Datanya diambil langsung dari data santri, jadi tidak perlu ditempel ulang.
Pertanyaan yang sering muncul
Ukuran kartunya berapa?
Bagaimana cara memasukkan foto?
2024001.jpg, lalu pilih semuanya sekaligus di kolom foto. Foto dicocokkan dengan NIS secara otomatis. Tanpa foto, kartu menyisakan kotak 3 × 4 untuk ditempel.